Senin, 05 November 2012

Wapres: Tunjukkan Kesiapan Indonesia


Wakil Presiden Boediono meminta agar tim bidding Indonesia mampu meyakinkan negara Asia lainnya bahwa Surabaya siap menjadi tuan rumah Asian Games 2019.
Selain Surabaya, dua kota yang mengikuti pengajuan tuan rumah Asian Games 2019 adalah Hanoi (Vietnam) dan Dubai (Uni Emirat Arab).
Ketua Komite Olimpiade Indonesia Rita Subowo dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Senin(5/11/2012), di Kantor Wapres, menemui Boediono untuk melaporkan rencana keberangkatan delegasi Indonesia mengikuti bidding tuan rumah Asian Games 2019, yang berlangsung di Macau, China, pada 8 November 2012.
Juru Bicara Wapres, Yopie Hidayat, mengatakan, Wapres berharap agar kontingen Indonesia yang hadir pada acara bidding tuan rumah Asian Games, dapat melakukan diplomasi dengan baik.
"Jelaskan pula kondisi perekonomian kita yang telah melewati krisis demi krisis dengan baik. Yakinkan bahwa kita siap menjadi tuan rumah," kata Yopie mengutip Boediono.
Kepada Wapres, Rita mengungkapkan bahwa kemungkinan Uni Emirat Arab bakal mengundurkan diri, dalam pengajuan Dubai sebagai tuan rumah Asian Games 2019.
Rita Subowo menilai, Surabaya memiliki peluang besar untuk memenangi penawaran sebagai tuan rumah Asian Games 2019.

Lima Bom Meledak di Bahrain, 2 Tewas


 

  Kepolisian Bahrain mengatakan lima bom meledak di beberapa tempat di ibukota Bahrain, Manama, dan menewaskan dua pekerja asing serta melukai satu orang lainnya.
"Terdapat lima ledakan bom rakitan pada Senin pagi," demikian pernyataan kepolisian Bahrain.
Ledakan terjadi antara lain di distrik Gudaibiya dan Adliya.
Dua korban tewas dan satu korban luka adalah pekerja dari Asia selatan. Kantor berita Bahrain melaporkan pengeboman pada Senin (05/11/2012) merupakan tindakan terorisme. Istilah tersebut biasanya digunakan untuk merujuk pada serangan yang dilakukan oleh aktivis oposisi.
Wartawan BBC untuk kawasan Timur Tengah Jon Leyne mengatakan salah satu korban tewas setelah secara tidak sengaja meledakkan bom dengan menendangnya.
"Polisi sebelumnya menjadi sasaran beberapa serangan di Bahrain, tetapi serangan di pusat Manama seperti ini jarang terjadi," kata Leyne.
"Serangan ini mungkin menunjukkan bahwa oposisi sekarang beralih ke jalan kekerasan setelah pemerintah baru-baru ini melarang semua demonstrasi," tambahnya.
Pekan lalu pemerintah Bahrain mengeluarkan peraturan yang berisi larangan bagi semua demonstrasi sebagai jalan meredam kekacauan di kerajaan itu.
Namun bentrokan antara pemrotes dengan pihak keamanan belum mereda, termasuk pelemparan bom molotov ke tiga kantor polisi pada Minggu (04/11).