Kontingen India mengajukan protes keras kepada panitia pelaksana Olimpiade London karena seorang wanita tak dikenal berhjasil ikut dalam barisan kontingen India.
Wanita tak dikenal dengan perawakan wanita India tersebut mengenakan baju merah dan celana biru. Sosoknya terlihat jelas berjalan di samping pembawa bendera India, Sushil Kumar dalam upacara pembukaan, Jumat (27/7).
Chef-de-mission India, Muralidharan Raja mengencam penyerobotan ini namun menolak menyebut hal ini sebagai ancaman meski si wanita tersebut tidak mengenakan tanda pengenal.
"Dia tidak ada urusannya berada di rombongan," kata Raja. "Kami tidak mengenalnya dan tidak tahu mengapa ia melakukan hal itu. Memalukan sekali karena ia berjalan bersama para atlet."
"Kami tidak menyebut hal ini sebagai ancaman keamanan. Namun Aneh sekali karena ini merupakan wilayah steril. Kami akan menuntut permintaan maaf," lanjut Raja.
Kontingen India di Olimpiade London berkekuatan 81 atlet.
Sabtu, 28 Juli 2012
Tersenggol Mobil, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Transjakarta
Seorang pengendara motor tewas tertabrak Transjakarta di Jalan Gadjah Mada, Kelurahan Prukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu (28/7/2012) pagi. Menurut keterangan Humas Badan Layanan Umum Transjakarta Sri Ullina, kecelakaan terjadi pukul 08.30 WIB, saat Bus Transjakarta melintas di depan Gedung Perintis Kompas Gramedia Gadjah Mada menuju ke arah Kota Tua.
"Saat itu Transjakarta berplat nomor B 7824 IV dengan body bus BMP050 sedang melintas di lokasi jalan Gajah Mada arah ke Kota. Lantas pengendara motor itu tiba-tiba jatuh di jalur busway, bersamaan dengan bus yang lewat," kata Sri, kepada Kompas.com, Minggu.
Sri menyebutkan, korban bernama Anita yang mengendarai sepeda motor B 6418 PRW merupakan warga Mangga Besar.
Sementara itu, pengemudi Transjakarta, Alex, seperti dikutip Sri mengungkapkan, peristiwa terjadi saat korban melintas di jalur umum. Kemudian, ia tersenggol sebuah mobil hingga terjatuh di jalur busway. Adapun, mobil yang menyenggol korban melarikan diri.
"Karena korban tersenggol itu sehingga ia tidak ada keseimbangan dan terjatuh di jalur busway dalam waktu yang bersamaan dengan bus lewat. Meski pun bus sudah rem mendadak, namun kecelakaan tidak dapat terhindarkan," kata Sri.
Saat ini, jenazah korban sudah ditangani pihak RSCM. Kasus ini sendiri diproses Polda Metro Jaya.
"Saat itu Transjakarta berplat nomor B 7824 IV dengan body bus BMP050 sedang melintas di lokasi jalan Gajah Mada arah ke Kota. Lantas pengendara motor itu tiba-tiba jatuh di jalur busway, bersamaan dengan bus yang lewat," kata Sri, kepada Kompas.com, Minggu.
Sri menyebutkan, korban bernama Anita yang mengendarai sepeda motor B 6418 PRW merupakan warga Mangga Besar.
Sementara itu, pengemudi Transjakarta, Alex, seperti dikutip Sri mengungkapkan, peristiwa terjadi saat korban melintas di jalur umum. Kemudian, ia tersenggol sebuah mobil hingga terjatuh di jalur busway. Adapun, mobil yang menyenggol korban melarikan diri.
"Karena korban tersenggol itu sehingga ia tidak ada keseimbangan dan terjatuh di jalur busway dalam waktu yang bersamaan dengan bus lewat. Meski pun bus sudah rem mendadak, namun kecelakaan tidak dapat terhindarkan," kata Sri.
Saat ini, jenazah korban sudah ditangani pihak RSCM. Kasus ini sendiri diproses Polda Metro Jaya.
Si Dia Masih Menyimpan Foto Mantan?
Sebuah penelitian terbaru di Inggris menunjukkan bahwa mayoritas orang sengaja menyimpan kenangan dengan sang mantan. Mengapa demikian? Nah, menurut hasil penelitian itu perempuan cenderung untuk melakukannya dengan alasan-alasan sentimental. 61 persen mengaku mereka melakukannya untuk menyimpan kenangan manis dalam hidupnya. Sedangkan hanya 56 persen dari pria mengatakan hal yang sama.
Penelitian mengungkap fakta alasan lain yang menyebabkan pria masih menyimpan foto sang mantan.
Penelitian mengungkap fakta alasan lain yang menyebabkan pria masih menyimpan foto sang mantan.
- 20 persen pria mengatakan mereka masih menyimpan diam-diam foto mantan mereka dari pasangannya saat ini.
- 17 persen mengatakan mereka merasa bersalah kepada pasangan merekan karena masih menyimpan foto sang mantan.
- 12 persen mengakui bahwa mereka masih memiliki perasaan untuk mantan mereka. Alasan ini menjelaskan mengapa mereka merasa begitu bersalah.
- 9 persen dari pria mengakui menyimpan foto dalam file tersembunyi pada komputer mereka.
Hubungan masa lalu adalah bagian dari Anda. Saat berpisah, Anda mungkin masih peduli dengan mantan Anda dalam arti platonis. Seperti artikel di Daily Mail mengatakan, "Pasangan yang matang secara emosional akan dapat menerima bila masih menyimpan kenangan manis masa lalu." Bagaimana dengan Anda? Mungkin Anda merasa emosi atau cemburu bila mengetahui si dia masih menyimpan foto sang mantan.
Kalau memang Anda memergoki suami atau pacar masih menyimpan foto sang mantan, sudah jelas bukan bahwa bukan berarti mereka masih memendam sisa-sisa rasa cinta? Jadi jangan panik atau marah dulu, karena toh menyimpan sebuah kenangan manis bukan hal salah. Mungkin saja, Anda sendiri yang masih menyimpan foto sang mantan, sekedar untuk mengenang saat-saat menyenangkan dahulu. Bukan masalah.
Itu adalah hasil penelitian, bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah itu masalah?
Rabu, 25 Juli 2012
Dua Kali Kalah, Harusnya Abdul Ghafur Tak Maju Lagi
Internal Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Maluku Utara mulai bergolak menjelang pemilihan Kepala Daerah Provinsi Maluku Utara 2013 mendatang. Banyak kader ingin bertarung dalam pilkada. Perang urat saraf pun dihembuskan kader-kader Golkar di Malut, demi mengaet "partai kuning" tersebut sebagai kendaraan politiknya.
Kader yang ingin maju dalam Pilgub Malut 2013 mendatang di antaranya Yamin Tawari (Korwil DPP untuk wilayah Maluku Utara dan Papua), Abdul Ghafur (fungsionaris DPP Partai Golkar), Ahmad Hidayat Muss (Ketua DPD Golkar Malut yang juga sebagai Bupati Kepulauan Sula), Syamsir Andili (Mantan Wali Kota Ternate), Hein Namotemo (Bupati Halmahera Utara) dan sejumlah fungsionaris Golkar lainnya.
Nama Abdul Ghafur pun mendapat sorotan khusus. Ia diminta untuk tidak lagi mencalonkan diri sebagai Gubernur Malut untuk ketiga kalinya. Alasannya, dua kali mencalonkan diri sebagai Gubernur Malut, Ghafur tidak pernah menang.
Ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai, M Ali Sangadji yang dulunya menjabat sebagai Ketua Harian DPD II Golkar Pulau Morotai malah menilai dua kali kegagalan Ghafur dalam mencalonkan diri sebagai Gubernur Malut merupakan kecelakaan politik yang dialami Ghafur.
Kader yang ingin maju dalam Pilgub Malut 2013 mendatang di antaranya Yamin Tawari (Korwil DPP untuk wilayah Maluku Utara dan Papua), Abdul Ghafur (fungsionaris DPP Partai Golkar), Ahmad Hidayat Muss (Ketua DPD Golkar Malut yang juga sebagai Bupati Kepulauan Sula), Syamsir Andili (Mantan Wali Kota Ternate), Hein Namotemo (Bupati Halmahera Utara) dan sejumlah fungsionaris Golkar lainnya.
Nama Abdul Ghafur pun mendapat sorotan khusus. Ia diminta untuk tidak lagi mencalonkan diri sebagai Gubernur Malut untuk ketiga kalinya. Alasannya, dua kali mencalonkan diri sebagai Gubernur Malut, Ghafur tidak pernah menang.
Ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai, M Ali Sangadji yang dulunya menjabat sebagai Ketua Harian DPD II Golkar Pulau Morotai malah menilai dua kali kegagalan Ghafur dalam mencalonkan diri sebagai Gubernur Malut merupakan kecelakaan politik yang dialami Ghafur.
"Bagi kami kader-kader Golkar di Malut yang ketiga kalinya ini bukan lagi jamannya Bang Ghafur. BangGhafur semestinya pertimbangkan dua kali kegagalannya dalam mencalonkan diri sebagai Gubernur Malut," ungkap Ali Sangadji di Ternate, Rabu (25/7/2012).
Ali memang mengakui sikap patriotisme Abdul Ghafur terhadap partai Golkar. Namun dengan mengatasnamakan kader-kader Golkar di Malut, Ali malah meminta Ghafur agar tidak lagi mencalonkan diri dengan berbagai pertimbangan tadi, termasuk faktor usia yang sudah terlalu tua.
"Dulu sewaktu Bang Ghafur mencalonkan diri dua kali, kami ini yang berada di depan. Jadi bagi saya, masih ada sarana pengabdian lain bagi Bang Ghafur untuk mengabdi pada Partai Golkar," tandas Ali.
Sikap Ali Sangadji terhadap seniornya ini mencuat menyusul munculnya pernyataan Ghafur yang dinilainya menyudutkan Ketua DPD I Golkar Malut Ahmad Hidayat Mus dalam pencalonannya pada Pilgub Malut. Ghafur kepada sejumlah media lokal di Malut membantah pernyataan Ketua OKK Partai Golkar Malut, Badarudin Gailea yang menyatakan Ahmad Hidayat Mus sangat berpeluang mengaet Golkar.
Bagi Ali, Golkar merupakan partai yang bercermin pada hasil survei. Namun, Golkar juga tidak memandang sebelah mata terhadap kadernya yang dinilai loyal terhadap partai. "Jadi bagi kami, Ahmad Hidayat Mus sangat berpeluang menggunakan Golkar pada Pilgub 2013. Karena partai Golkar besar di Malut itu karena jerih payah ketua DPD I Golkar yaitu Ahmad Mus," cetus Ali, dengan sedikit mengkampanyekan Bupati Kepulauan Sula itu.
Ali memang mengakui sikap patriotisme Abdul Ghafur terhadap partai Golkar. Namun dengan mengatasnamakan kader-kader Golkar di Malut, Ali malah meminta Ghafur agar tidak lagi mencalonkan diri dengan berbagai pertimbangan tadi, termasuk faktor usia yang sudah terlalu tua.
"Dulu sewaktu Bang Ghafur mencalonkan diri dua kali, kami ini yang berada di depan. Jadi bagi saya, masih ada sarana pengabdian lain bagi Bang Ghafur untuk mengabdi pada Partai Golkar," tandas Ali.
Sikap Ali Sangadji terhadap seniornya ini mencuat menyusul munculnya pernyataan Ghafur yang dinilainya menyudutkan Ketua DPD I Golkar Malut Ahmad Hidayat Mus dalam pencalonannya pada Pilgub Malut. Ghafur kepada sejumlah media lokal di Malut membantah pernyataan Ketua OKK Partai Golkar Malut, Badarudin Gailea yang menyatakan Ahmad Hidayat Mus sangat berpeluang mengaet Golkar.
Bagi Ali, Golkar merupakan partai yang bercermin pada hasil survei. Namun, Golkar juga tidak memandang sebelah mata terhadap kadernya yang dinilai loyal terhadap partai. "Jadi bagi kami, Ahmad Hidayat Mus sangat berpeluang menggunakan Golkar pada Pilgub 2013. Karena partai Golkar besar di Malut itu karena jerih payah ketua DPD I Golkar yaitu Ahmad Mus," cetus Ali, dengan sedikit mengkampanyekan Bupati Kepulauan Sula itu.
Langganan:
Komentar (Atom)