Kamis, 20 Desember 2012

Dua Orang Pemicu Bentrok Ormas Kini Buron

Dua Orang Pemicu Bentrok Ormas Kini Buron

Dua Orang Pemicu Bentrok Ormas Kini Buron 
Kasus bentrokan yang melibatkan dua kelompok ormas di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (20/12/2012) siang, terus diusut. Selain telah menetapkan dua tersangka, polisi juga memburu dua pelaku lain yang dianggap pemicu bentrok.
"Dua orang yang sudah diamankan bernama Sulaeman Ngabalin (20) dan Mario Leisubon (20). Dua orang lagi masih dalam pengejaran," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur, AKBP M Soleh kepada Kompas.com, Kamis (20/12/2012) malam.
Soleh mengatakan, empat orang tersebut adalah pelaku penganiayaan Suherman (32), sekuriti convinience store Seven Eleven di Jalan Pondok Kelapa pada Kamis dini hari.Penganiayaan itu dipicu karena empat pelaku menolak membayar minuman kemasan di toko itu.
"Iya, mereka pelaku penganiayaan satpam Seven Eleven hingga babak belur. Mereka kami amankan saat rekan Suherman itu mendatangi kontrakan mereka," ujarnya.
Kini kedua tersangka yang merupakan anggota organisasi masyarakat Front Pemuda Muslim Maluku itu masih diperiksa secara intensif di Satuan Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Timur. Kedua pria berbadan tegap itu terancam Pasal 170 KUHP dengan hukuman penjara tujuh tahun.
Sulaeman, Mario serta dua orang rekannya pergi ke Seven Eleven Jalan Pondok Kelapa, Kamis dini hari. Setelah mengambil minuman kemasan, pelaku menolak membayarnya. Sekuriti Seven Eleven bernama Suherman menegur pelaku. Nahas, Suherman malah dikeroyok hingga dibawa ke IGD Rumah Sakit Harum Duren Sawit, Jakarta Timur karena babak belur.
Suherman, rupanya salah satu anggota Front Betawi Rempug (FBR). Mendengar Suherman mengalami penganiayaan, rekan-rekannya pun geram dan melakukan sweeping. Aksi tersebut berujung bentrokan antara rekan Suherman dan kelompok pelaku di Jalan Haji Naman, tempat Polisi mengamankan Sulaeman dan Mario.





Senin, 05 November 2012

Wapres: Tunjukkan Kesiapan Indonesia


Wakil Presiden Boediono meminta agar tim bidding Indonesia mampu meyakinkan negara Asia lainnya bahwa Surabaya siap menjadi tuan rumah Asian Games 2019.
Selain Surabaya, dua kota yang mengikuti pengajuan tuan rumah Asian Games 2019 adalah Hanoi (Vietnam) dan Dubai (Uni Emirat Arab).
Ketua Komite Olimpiade Indonesia Rita Subowo dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Senin(5/11/2012), di Kantor Wapres, menemui Boediono untuk melaporkan rencana keberangkatan delegasi Indonesia mengikuti bidding tuan rumah Asian Games 2019, yang berlangsung di Macau, China, pada 8 November 2012.
Juru Bicara Wapres, Yopie Hidayat, mengatakan, Wapres berharap agar kontingen Indonesia yang hadir pada acara bidding tuan rumah Asian Games, dapat melakukan diplomasi dengan baik.
"Jelaskan pula kondisi perekonomian kita yang telah melewati krisis demi krisis dengan baik. Yakinkan bahwa kita siap menjadi tuan rumah," kata Yopie mengutip Boediono.
Kepada Wapres, Rita mengungkapkan bahwa kemungkinan Uni Emirat Arab bakal mengundurkan diri, dalam pengajuan Dubai sebagai tuan rumah Asian Games 2019.
Rita Subowo menilai, Surabaya memiliki peluang besar untuk memenangi penawaran sebagai tuan rumah Asian Games 2019.

Lima Bom Meledak di Bahrain, 2 Tewas


 

  Kepolisian Bahrain mengatakan lima bom meledak di beberapa tempat di ibukota Bahrain, Manama, dan menewaskan dua pekerja asing serta melukai satu orang lainnya.
"Terdapat lima ledakan bom rakitan pada Senin pagi," demikian pernyataan kepolisian Bahrain.
Ledakan terjadi antara lain di distrik Gudaibiya dan Adliya.
Dua korban tewas dan satu korban luka adalah pekerja dari Asia selatan. Kantor berita Bahrain melaporkan pengeboman pada Senin (05/11/2012) merupakan tindakan terorisme. Istilah tersebut biasanya digunakan untuk merujuk pada serangan yang dilakukan oleh aktivis oposisi.
Wartawan BBC untuk kawasan Timur Tengah Jon Leyne mengatakan salah satu korban tewas setelah secara tidak sengaja meledakkan bom dengan menendangnya.
"Polisi sebelumnya menjadi sasaran beberapa serangan di Bahrain, tetapi serangan di pusat Manama seperti ini jarang terjadi," kata Leyne.
"Serangan ini mungkin menunjukkan bahwa oposisi sekarang beralih ke jalan kekerasan setelah pemerintah baru-baru ini melarang semua demonstrasi," tambahnya.
Pekan lalu pemerintah Bahrain mengeluarkan peraturan yang berisi larangan bagi semua demonstrasi sebagai jalan meredam kekacauan di kerajaan itu.
Namun bentrokan antara pemrotes dengan pihak keamanan belum mereda, termasuk pelemparan bom molotov ke tiga kantor polisi pada Minggu (04/11).
 

Rabu, 10 Oktober 2012

Gravitasi Bumi Naik Enam Kali Lipat

 
JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Tepat pukul 17:00 waktu Greenwich atau 24:00 tengah malam 7 Juli 2010 akan terjadi fenomena luar biasa dengan gaya gravitasi naik 6 kali lipat.
Hal itu karena planet Merkurius, Bumi, Venus, Uranus dan Neptunus berada tepat satu garis dengan matahari.
Berita ini, sekarang sedang marak beredar di internet melalui email dan mailis. Disebutkan peristiwa seperti itu hanya terjadi dalam kurun 20.000 ribu tahun sekali.
Akibat peristiwa itu laut akan mengalami pasang naik dan kemungkinan akan meluap.
Berat benda juga akan naik 6 kali lipat. Jika berat badan 50 kg bisa jadi 300 kg.
Semua benda juga akan tertarik ke permukaan bumi. Burung, kelelawar yang terbang dalam jarak 1 km dari permukaan bumi akan langsung tertarik dan jatuh.
NASA sudah memperingatkan semua perusahaan penerbangan agar tidak take off pada jam tersebut dan fenomena ini akan berlangsung sekitar 10 menit.
Namun Peneliti Senior Astronomi dan Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaludin membantah berita itu.
Menurutnya fenomena segarisnya planet secara astronomi hal biasa, walau sebenarnya tidak tepat segaris.
"Isu itu tidak benar, NASA tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu. Lagipula NASA juga tidak mungkin memberikan informasi secara mendadak. Itu kan butuh pengamatan yang sangat lama dan akan diberi tahu jauh-jauh hari," terang Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika LAPAN, Thomas Jamalludi, Jakarta.

Dia juga menambahkan fenemona seperti itu dalam ilmu Astronomi dan Astrofisika tidak mungkin terjadi. Pasalnya, matahari jauh lebih besar ketimbang Bumi dan planet lainnya, jarak antara satu planet dengan satu planet lainnya juga sangat jauh.

"Struktur garis beredar antar planet itu berbeda. Dalam ilmu astronomi memang ada kemungkinan seperti itu (tepat satu garis), akan tetapi sebenarnya tidak betul-betul segaris. Dampak yang dihasilkan pun juga tidak separah itu," sebutnya.

Thomas menyebutkan, pasang surut air laut terjadi karena bulan saja, dan tidak mungkin terjadi karena fenomena yang lain.
"Isu seperti ini sebenarnya sudah sering terjadi, pada 1997 dan 5 Mei 2000, semuanya dikaitkan dengan Kiamat. Tapi hingga saat ini, tidak terbukti," tandasnya.

Demi Sultan, Ribuan Pedagang Rela Tak Jualan

 
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas pelantikan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam IX sebagai gubernur dan wakil gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, ribuan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Malioboro rela tak berjualan selama sehari penuh, Rabu (10/10/2012).
Hal serupa juga dilakukan oleh tukang parkir, tukang becak, dan sopir andong. Sebagai gantinya, mereka bersyukur dengan membuat nasi tumpeng untuk disantap siapapun.
Gerakan para pedagang dan masyarakat di sekitar Malioboro ini dilakukan sejak 06.00 pagi dengan bersih-bersih di sepanjang Jalan Malioboro. Setelah itu, mereka kemudian patungan mengumpulkan uang untuk membuat nasi tumpeng dan sayur gudangan untuk syukuran.
"Kami kelompok 8 Tri Darma dan Pemali dengan 11 anggota pedagang kaki lima (PKL) iuran masing-masing Rp 10.000 lalu kami belanjakan untuk membuat nasi tumpeng. Hasilnya ada nasi tumpeng,  ingkung (ayam kampung utuh), dan buah-buahan. Siapapun boleh makan," kata Priyo Prayitno (64), pedagang tas di Jalan Malioboro. 
Meski tak berjualan sehari, Priyo dan rekan-rekannya tak menyesal. Biasanya mereka mendapat omzet Rp 500-Rp 1 juta per hari. Namun, demi bersyukur atas pelantikan Sultan dan Paku Alam, para pedagang rela tak berjualan. Lebih dari 100 tumpeng beserta bermacam-macam hidangan, berjajar di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta, Rabu sore ini.
Tumpeng-tumpeng itu dibuat sebagai bentuk rasa syukur para pedagang kaki lima, dan komunitas-komunitas Jalan Malioboro, untuk  merayakan pelantikan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam IX sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DI Yogyakarta. Gerakan ini diikuti sekitar 2.500 pedagang kaki lima Malioboro.
Tanpa ada instruksi, para pedagang berinisiatif menggelar syukuran pelantikan Sultan dan Paku Alam. Ketua Lembaga Pemberdayaan Komunitas Kawasan Malioboro, Rudiarto, mengatakan, para pedagang rela tak berjualan selama sehari penuh. Bahkan, siapapun yang lewat di Malioboro bisa mampir makan nasi tumpeng dan gudangan. Ini adalah pestanya rakyat Yogyakarta.

Komposisi Bahan Tak Jelas, Miras Palsu Berbahaya


JAKARTA - Produksi dan penjualan minuman keras (miras) palsu bukan hanya merugikan secara materi, akan tetapi membahayakan orang yang mengkonsumsinya. Alasannya, miras-miras palsu dibuat oleh pabrik tak berizin dan tanpa standar kebersihan ataupun komposisi yang tidak jelas bahan bakunya.
"Semua miras ini dibuat dengan cara tak higienis. Jelas sangat berbahaya bila dikonsumsi," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono saat memberikan keterangan pers di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Jakarta, di Kemayoran, Jakarta Pusat,  Rabu (10/10/2012) siang.
Agung menjelaskan, dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta pada sebuah pabrik tak berizin yang memproduksi miras secara ilegal diketahui, proses pembuatan miras palsu dilakukan dengan cara dan mesin yang sangat sederhana.
Bahan bakunya terdiri dari air, alkohol, pemberi aroma (whisky atau vodka), dan bahan-bahan lain yang tidak jelas komposisinya. "Kita nggak tahu air apa yang dipakai. Kelihatannya bening, padahal miras palsu ini kotor," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta berhasil membongkar pabrik pembuat miras lokal tak berizin dan tanpa pita cukai. Sedikitnya ada 1.881 karton atau 28.500 botol miras palsu dan tak bercukai yang diamankan oleh petugas saat penggerebekan.
Seorang tersangka, RD alias AF diamankan oleh petugas dan diancam Undang-Undang Pasal 50 dan 50 tentang Cukai. Ancaman hukumannya maksimal pidana penjara selama lima tahun, dan pidana denda maksimal sepuluh kali biaya cukai.

Waktu 3 Bulan untuk Jokowi-Basuki Susun RPJMD DKI

 
JAKARTA- Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Joko Widodo dan Basuki Tjahjaja Purnama memiliki waktu tiga bulan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta untuk diterapkan mulai 2013 hingga 2017 mendatang.
Waktu tiga bulan itu terhitung sejak pelantikan yang rencananya akan dilaksanakan pada 15 Oktober 2012 mendatang oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sarwo Handayani mengatakan bahwa RPJMD merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode lima tahun terhitung sejak Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dilantik.
RPJMD juga merupakan penjabaran visi, misi dan program Gubernur yang memuat kebijakan umum pembangunan dan keuangan daerah, strategi dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), lintas SKPD serta program kewilayahan yang disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.
"Dokumen ini menjadi penting karena dalam masa lima tahun tersebut, Gubernur berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya sesuai dengan dokumen perencanaan ini dihadapan DPRD DKI," kata wanita yang akrab disapa Yani, di Jakarta, Rabu (10/10/2012).
Ia melanjutkan, tujuan dari RPJMD adalah menjadi acuan penyusunan Rencana Strategis setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah, acuan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta sebagai arah pengembangan usaha bagi pelaku usaha dan harapan bagi setiap warga ibu kota.
Karena itu, kata dia, setelah Jokowi-Basuki dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, maka yang bersangkutan harus segera membuat RPJMD DKI 2013-2017.  Isi RPJMD tersebut sejatinya adalah visi, misi dan program kerja yang didengungkan selama masa kampanye Pemilukada DKI Jakarta.
Waktu penyusunan RPJMD lima tahunan ini diharapkan dapat rampung dalam tiga bulan ke depan, sehingga pada awal tahun 2013 draf rancangan peraturan daerah (Raperda) RPJMD DKI 2013-2017 sudah dapat diserahkan kepada DPRD DKI untuk dibahas sebelum disahkan.
"Dalam waktu tiga bulan Jokowi-Basuki harus membuat RPJMD. Setelah itu akan kita serahkan kepada DPRD untuk dibahas, karena RPJMD merupakan produk perda DKI," ujarnya.