Rabu, 10 Oktober 2012

Demi Sultan, Ribuan Pedagang Rela Tak Jualan

 
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas pelantikan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam IX sebagai gubernur dan wakil gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, ribuan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Malioboro rela tak berjualan selama sehari penuh, Rabu (10/10/2012).
Hal serupa juga dilakukan oleh tukang parkir, tukang becak, dan sopir andong. Sebagai gantinya, mereka bersyukur dengan membuat nasi tumpeng untuk disantap siapapun.
Gerakan para pedagang dan masyarakat di sekitar Malioboro ini dilakukan sejak 06.00 pagi dengan bersih-bersih di sepanjang Jalan Malioboro. Setelah itu, mereka kemudian patungan mengumpulkan uang untuk membuat nasi tumpeng dan sayur gudangan untuk syukuran.
"Kami kelompok 8 Tri Darma dan Pemali dengan 11 anggota pedagang kaki lima (PKL) iuran masing-masing Rp 10.000 lalu kami belanjakan untuk membuat nasi tumpeng. Hasilnya ada nasi tumpeng,  ingkung (ayam kampung utuh), dan buah-buahan. Siapapun boleh makan," kata Priyo Prayitno (64), pedagang tas di Jalan Malioboro. 
Meski tak berjualan sehari, Priyo dan rekan-rekannya tak menyesal. Biasanya mereka mendapat omzet Rp 500-Rp 1 juta per hari. Namun, demi bersyukur atas pelantikan Sultan dan Paku Alam, para pedagang rela tak berjualan. Lebih dari 100 tumpeng beserta bermacam-macam hidangan, berjajar di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta, Rabu sore ini.
Tumpeng-tumpeng itu dibuat sebagai bentuk rasa syukur para pedagang kaki lima, dan komunitas-komunitas Jalan Malioboro, untuk  merayakan pelantikan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam IX sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DI Yogyakarta. Gerakan ini diikuti sekitar 2.500 pedagang kaki lima Malioboro.
Tanpa ada instruksi, para pedagang berinisiatif menggelar syukuran pelantikan Sultan dan Paku Alam. Ketua Lembaga Pemberdayaan Komunitas Kawasan Malioboro, Rudiarto, mengatakan, para pedagang rela tak berjualan selama sehari penuh. Bahkan, siapapun yang lewat di Malioboro bisa mampir makan nasi tumpeng dan gudangan. Ini adalah pestanya rakyat Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar